Langsung ke konten utama

ILMU 26 DESEMBER 2020

RINGKASAN MAJELIS AT THOHIRIN

πŸ§• Al Ustadzah Firza Elis
πŸ“ Masjid At Thohirin
πŸ‘₯ Majelis Khusus Akhwat
πŸ“† Sabtu, 26 Desember 2020

1️⃣ TASAWUF
▶️ Imam Ghazali berkata, hati terbagi menjadi tiga:
πŸ‘‰ 1. Sehat
➡️ Hati yang penuh dengan keselamatan.
➡️ Ciri-cirinya:
• Tidak menyimpan benci dan dendam terhadap siapa pun, walaupun dia dizolimi
• Imannya kuat
• Tidak serakah
• Kalau ada nasehat, melihat ulama, mendengar/membaca Al Quran hatinya bergetar (air mata mudah menetes)
• Banyak berzikir (ucapan/perbuatan yang diniatkan untuk Allah disebut zikir)
• Hatinya penuh berkah/kebaikan-kebaikan

πŸ‘‰ 2. Sakit
➡️ Masih ada iman di hatinya dan masih mau beribadah. Masih terdapat dosa dan maksiat.
➡️ Ciri-cirinya:
• Hatinya gelisah
• Jauh dari ketenangan
• Mudah marah (terhadap hal besar/pun kecil)
• Tidak pernah puas dengan apa yang dia miliki
• Susah untuk menghargai orang lain.

πŸ‘‰ 3. Mati
➡️ Hatinya keras, karena penuh dengan maksiat.
➡️ Cirinya:
• Nasihat dan ilmu tidak ada pengaruh terhadap dirinya.

•••••••
2️⃣ TAUHID
▶️ Orang yang sempurna tauhid ya disebut muwahhid.
▶️ Ciri-cirinya:
1. Raf'ul Hadas
➡️ Mengangkat hadas zohir dan batin.
➡️ Mengangkat penyakit hati yang menjadi hijab untuk dekat kepada Allah.

2. Ifradul-Qidam
➡️ Menyatukan Zat Maha Terdahulu
➡️ Orang tidak boleh mendahulukan segala hal atas Allah.
➡️ Ketika ia mencintai Allah wa Rasulullah melebihi dari apa pun, maka imannya sempurna.

3. Hijratul-ikhwan
➡️ Meninggalkan Saudara
➡️ Maksudnya adalah melepaskan semua daya (pangkat, kekuasaan, kecerdasan dll) yang ada dalam diri, karena merasa itu semua adalah berkat Allah.

4. Mufaraqatul-Auqad
➡️ Memisahkan tanah air.
➡️ Maksudnya adalah meninggalkan _hubbud-dunya_ (cinta dunia)

5. Nisawul Ma'allim
➡️ Melupakan apa pun yang diketahui
➡️ Jangan merasa ilmu itu hasil dari kita belajar.

••••••••
3️⃣ FIKIH
▶️ Najis itu ada tiga:
1. Najis Besar/berat
➡️ Berasal dari dua binatang, anjing dan babi, serta keturunannya.
➡️ Cara menyucikannya:
πŸ‘‰ Satu kali dengan tanah
πŸ‘‰ Satu kali dengan air sabun
πŸ‘‰ Tujuh kali dengan air suci yang menyucikan

2. Najis Ringan
➡️ Air kencing bayi laki laki
➡️ Dengan syarat:
πŸ‘‰ Bayi masih mengonsumsi ASI (belum makan/minum di luar ASI)
πŸ‘‰ Belum berumur dua tahun
➡️ Cara menyucikannya:
πŸ‘‰ Percikan air pada yang terkena najis, basuh, sampai hilang najisnya (tidak ada bau, rasa dan warna).

3. Najis Sedang
➡️ Semua yang di luar kategori najis besar maupun ringan.
➡️ Cara menyucikannya:
πŸ‘‰ Dibasuh dengan air mengalir sampai bersih

Semoga bermanfaat kawan kawan semuaaa ehe😁😁😁

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lintasan Pikiran, Tekun Berpikir, Rajin Belajar dan Sadar akan Pengamalan Ilmu

“ Dari zaman nabi Musa as. setiap manusia akan masuk 70 ribu lintasan berupa kata ,  pikiran dan lain lain .” –Ustadzah Firza Elis- Assalamu’alaikum wa rahmatullahi ta’ala wa barakaatuh. Bismillahirrahmaanirrahim Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad Beberapa pekan ini, saya sering sekali memikirkan kalimat tersebut dan berusaha memahaminya. Asyik juga mendalami suatu hal sederhana hingga terbentuklah pohon tinggi menjulang dan banyak cabangnya. Tapi, ah... tidak sebanyak itu pikiran yang saya hasilkan. Teman-teman, seberapa sering kalian memikirkan hal-hal begitu dalam, hingga bisa berbicara sendiri, seperti saya. Ehe. Maksud saya, memikirkan hal-hal sederhana untuk menjadikannya hal istimewa, di mana dia menjadi istimewa karena kita dapat mengambil hikmah dari hal yang sangat sederhana tersebut. Seperti judul tulisan saya kali ini, Lintasan Pikiran, Tekun Berpikir, Rajin Belajar dan Sadar akan Pengamalan Ilmu , ada uneg-uneg piki...

Meniru Konsistensi Matahari dan Bulan

Terinspirasi dari tayangan status aplikasi What’s App guru saya, tentang kutipan terjemahan dari salah satu ayat Alquran, sebagai berikut: “ Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya ”. Kemudian, guru saya berkata dalam tulisan beliau: Matahari dan bulan adalah makhluk Allah yang istiqomah, selain itu selalu beredar sesuai dengan aturan Allah, bahkan gerhana yang akan terjadi 50 tahun lagi pun dapat diketahui perhitungannya. — Ustadzah Firza Elis Bismillahirrahmaanirrahiim Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad. Assalamu’alaikum wa rahmtullahi ta’ala wa barakaatuh sahabat! Cukup lama tidak berceloteh ria atau berbagi isi kepala yang menyerang akal dan hati saya berkali-kali hingga tidak dapat disampaikan dengan lisan. Hari ini berbicara tentang Konsistensi Matahari dan Bulan. Mengapa menarik untuk ditulis atau disampaikan? Sangat menarik bagi sa...

Mode Curhat: Kita Adalah Apa Yang Kita Benci, Harapan Adalah Apa Yang Kita Sukai

Bismillahirrahmanirrahim Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad Assalamu’alaikum teman teman! Kalian tahu? Saat seperti apa yang bisa membuat hatiku sesak sekaligus bahagia tak ketara? Ketika aku menyadari bahwa aku membenci suatu hal, namun dalam satu raga ini, ada jiwa(ku) yang lain mengatakan padaku tentang kebenaran, bahwa hal yang kubenci itu ada pada diriku sendiri. Ada lagi, ketika aku merasa tidak aman atau bahagia dengan kelebihan orang lain sekaligus sesak terburu buru ingin mencapai hal tersebut, kelebihan mereka adalah harapan yang ingin aku wujudkan pada diriku sendiri. Dua jiwaku saling berbagi dalam satu raga. “Hei! Lihat! Ailsa sedang bercermin! Cepat cepat! Tegur dia! Jangan sampai rusak hatinya!” sedikit cuplikan dari bisikan kedua jiwaku yang terkadang menertawakanku atau memberiku ‘puk-puk’ sayang ketika jatuh atau merasa jatuh, yang memberi pengertian saat air mata tak tertahan. Yap! Saya mau bilang, bahwa makhluk lain, orang l...